
Musim ini Liverpool jalani dengan berat dan diwarnai sejumlah kegagalan. Striker Fernando Torres mengatakan ini disebabkan The Reds memang sudah melakukan kesalahan sejak awal.
Kans Liverpool untuk meraih juara musim ini cukup berat. Pasukan Anfield masih berjuang di dua kompetisi yakni Liga Europa dan Premier League. Di Liga Primer Steven Gerrard dkk ada di peringkat keenam klasemen sementara. Kans untuk merebut gelar juara dengan pertandingan yang tersisa, praktis sudah habis.
Di Europa, Liverpool ada di perempatfinal dan kalah 1-2 dari Benfica di leg pertama. Itu berarti Si Merah wajib menang di laga kedua.
Torres mengatakan bahwa situasi ini terjadi akibat manajemen klubnya melakukan kesalahan sejak awal. Ini terkait dengan penjualan pemain.
"Penjualan Alvaro Arbeloa, Sami Hyypia, dan Xabi Alonso merupakan kehilangan yang cukup besar," ujar Torres seperti dikutip dari AFP. Arbeola dan Alonso kini bergabung dengan Real Madrid sementara Hyypia memperkuat Bayer Leverkusen.
Torres menguraikan kelebihan-kelebihan pemain tersebut, yang kini tidak bisa lagi digunakan oleh Liverpool. "Alvaro merupakan pemain yang melakukan kerja vital bagi kami, selalu bermain dalam level tertinggi dan fleksibilitasnya adalah bonus besar bagi tim," tandas El Nino.
"Sami memang tak bermain setiap pekan. Namun ketika tampil, nilainya adalah 10 dari nilai maksimal 10."
"Sementara itu pemain seperti Xabi sangat langka. Xabi selayaknya mesin bagi tim dan kita semua tahu bahwa pergantian mesin selalu membutuhkan waktu untuk mesin baru agar bisa bekerja dengan baik," lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu.
Torres mengatakan bahwa ketiga pemain itu merupakan elemen penting dalam pencapaian Liverpool di musim lalu, di mana tim kota pelabuhan ini finis runner up di Liga Primer musim lalu sekaligus mencatat poin tertinggi di sepanjang sejarah The Anfield Gank di Liga Primer.
"Setelah musim yang bagus tahun lalu, tim membutuhkan tambahan tenaga dan juga menjaga agar skuad (musim lalu) tetap utuh. Namun situasi memaksa klami harus menjual dan semuanya menjadi kacau," ujar Torres.
"Musim ini kami terlempar cukup cepat dari papan atas. Hal itu membuat kami sudah kalah secara psikologis dan menghentikan upaya kami untuk mengubah situasinya," tuntasnya.

